Skala Pengukuran

Pada tulisan sebelumnya, sudah dideskripsikan berbagai hal mengenai data . Jika ada yang lupa atau belum pernah ingat🙂 , bisa dibaca kembali pada tulisan ini :https://gerilyastatistik.wordpress.com/2013/01/08/senggol-senggolan-dengan-statistik/ .

Melanjutkan tulisan sebelumnya , Pada tulisan ini akan dibahas tentang skala pengukuran.

SKALA PENGUKURAN

Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan diadakannya suatu observasi adalah memperoleh tentang kondisi suatu objek pada berbagai keadaan yang ingin diketahui. Diantara bermacam-macam pengukutna untuk respon-respon yang diamati terhadap objek-objek , yang sering digunakan ialah ukuran-ukuran cacah , peringkat, panjang, volume, waktu, bobot, maupun pengukuran fisika-kimia.

Ada empat skala pengukuran dalam Statistika :

  1. Skala Nominal , merupakan skala pengukuran paling sederhana. Skala Nominal mengelompokkan objek-objek kedalam beberapa kelompok, yang memiliki kemiripan ciri akan berada dalam satu kelompok. hasil pengukuran skala nominal tidak dapat diurutkan tetapi bisa dibedakan. Contoh umum yang biasa dipakai yaitu variabel jenis kelamin . Dalam hal ini hasil pengukuran tidak dapat diurutkan (wanita lebih tinggi dari pada lak-laki, atau sebaliknya), tetapi lebih pada perbedaan keduanya. Contoh-contoh aplikasi skala nominal : merek dagang, jenis toko , wilayah penjualan.
  2. Skala Ordinal, hasil pengukuran skala ini dapat menggambarkan posisi atau peringkat tetapi tidak mnegukur jarak antar peringkat . Maksudnya begini, Ukuran pada skala ordinal tidak memebrikan nilai absolut pada objek, tetapi hanya urutan relatif saja. Jarak antara peringkat 1 dan 2 tidak harus sama dengan jarak peringkat 2 dan 3 . dalam skala ordinal, peringkat yang ada tidak memiliki satuan ukur. contoh : status sosial (tinggi, rendah, sedang) , hasil pengukuran yang mengelompokkan masyarakt-masyarakt masuk pada status sosial tinggi, rendah atau sedang. Dalam hal ini, kita dapat menegtahui tingkatannya, tetapi perbedaan antar status sosial (tinggi-rendah, rendah-sedang, tinggi-sedang dst) belum tentu sama. Contoh aplikasi : tingkat preferensi, jabatan manajemen, jenjang karier
  3. Skala Interval, Skala interval memebrikan ciri angka kepada objek yang mempunya skala nominal dan ordinal, dilengkapi dengan jarak yang sama pada urutan objeknya . Skala interval bisa dikatakan tingkatan skala ini berada diatas skala ordinal dan nominal. Ciri penting dari skala ini : datanya bisa ditambahkan , dikurangi, digandakan, dan dibagi tanpa mempengaruhi jarak relatif skor-skornya. Selanjutnya skala ini tidak mempunyai nilai nol mutlak sehingga tidak dapat diinterpretasikan secara penuh besarnya skor dari rasio tertentu. Pada sakal pengukuran interval, rasio antara dua interval sembarang tidak tergantung pada nilai nol dan unit pengukuran, Sebagai contoh, pengukuran suhu dalam skala Celcius. Bila bak air berisi penuh dengan suhu 0 derajat C , 50 derajat C, dan 100 derajat C, maka perbedaan antara 0-50 dan 50-100 derajat C itu sama, tetapi tidak bisa dikatakanbahwa air bersuhu 100 derajat C dua kali lebih panas daripada air bersuhu 50 derajat C. Contoh aplikasi : Penilaian kinerja pegawai (dengan skala 0-100)
  4. Skala Rasio (Skala Nisbah), Skala rasio mempunyai semua sifat skala interval ditambah satu sifat yaitu memebrikan keterangan tentang nilai absolut dari objek yang diukur. Sakala rasio merupakan skala pengukuran  yang ditujukan pada hasil pengukuran yang bisa dibedakan, diurutkan, mempunyai jarak tertentu, dan bisa dibandingkan (paling lengkap, mencakup semuanya dibanding skala-skala dibawahanya). Contoh : Bila kita ingin membadingkan berat dua orang . Berat Fulan1 40Kg dan Fulan2 80Kg. Kita dapat tahu bahwa fulan2 dua kali lebih berat daripada Fulan1, karena nilai variabel numerik berat mengungkapkan rasio dengan nilai nol sebagai titik bakunya. Contoh aplikasi lain : Umur, nilai uang, tinggi badan , dll.

Tingkatan Skala pengukuran diatas mengurutkan dari tingkat rendah (1 skala nominal) sampai tingkat paling tinggi (4 skala rasio). Skala Pengukuran dengan tingkatan pengukuran lebih tinggi dapat diubah ke tingkat yang lebih rendah , tetapi hal sebaliknya tidak dapat dilakukan.
Pentingnya mengetahui skala pengukuran ini akan memberi manfaat pada sebuah penelitian. Dalam proses penelitian akan dilakukan analisis, pada saat analisis akan sangat dibutuhkan skala pengukuran apa yang dipakai dan alat analisis apa yang fit untuk menjawab tujuan penelitian.

-mari jadi orang berilmu🙂

One comment on “Skala Pengukuran

  1. asiani mengatakan:

    Tmank bisa di krimkan contohnya dalam bentuk tabel, untuk masing skala…?

Minta Masukannya, Sahabat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s