Rangkaian Perjalanan penuh ketakjuban ( Tanjung pasir , P rambut , P Onrust)

Basement STIS Jakarta,  disanalah perjalanan ini dimulai. Jum’at 8 april 2011, Beberapa menit setelah melakukan sholat isya’ kami berangkat dengan metromini 506 menuju Tanjung Pasir. Sebelum ke Pulau Rambut, pastinya akan ke Tanjung pasir karena disanalah pelabuhannya (bisa dibilang begitu). Estimasi waktu dari STIS Jaktim ke Pelabuhan Tanjung Pasir + 2jam. Sesampai di Tanjung Pasir, sungguh mengejutkan keadaan pantainya yang mengecewakan. Semua itu karena ulah manusia yang terkadang hanya bisa merusak tidak mampu menjaga apalagi melestarikannya. Tetapi namanya Alam, ya tetep indah untuk dikunjungi walaupun sudah dirusak oleh manusia buktinya masih terlihat banyak pengunjung.
 Beberapa saat setelah sampai, Upacara pembukaan Simulasi GPA Cheby 34 dilakukan dipinggir pantai di pelabuhan Tanjung Pasir (jumat malam), jiwa cinta alam terbakar mulai dari upacara ini. Setelah upacara itu kami pun bermalam di Tanjung Pasir. Paginya sekitar pukul + 7.00 kami berangkat ke Pulau rambut dengan Kapal kecil ( waktui diterpa ombak itu kapalnya goyang-goyang), tidak sampai 1jam kami sudah sampai ke Pulau Rambut.
Di Pulau dengan luas 90 hektar  ini kami melakukakn susur pantai. Banyak hal yang bisa kita lihat mulai dari laut yang sangat indah, hewan hewan laut yang terlihat cantik cantik, serta hewan hewan suaka margasatwa yang ada didalam pulau rambut ini. Di Pulau Rambut ini kami mempelajari banyak hal tentang berbagai cara survival. Satu hal mengecewakan ketika Pulau yang indah ini dikotori oleh sampah-sampah pembuangan dari Pulau lainnya. Kamipun berusaha mengumpulkan sampah penuh satu polybag, kalau tidak kita siapa lagi?
Setelah setengah hari (dari 8.00 sampai +14.00) di Pulau rambut, kami pindah ke Pulau Onrust, tentunya dengan kapal kecil lagi (awak kapalnya sama loh, hha) tidak samapai satu jam kami sudah tiba di Pulau Onrust. Baru masuk Pulau Onrust kita langsung disambut dengan tulisan tentang sejarah Pulau Onrust di Batu besar. Sedikit yang saya dapat tentang sejarahnya, Pulau Onrust digunakan oleh Belanda sebagai Pelabuhan kapal-kapal dan sekaligus dijadikan benteng pertahanan selanjutnya dihancurkan inggris. Belanda membangunnya kembali dan dialihfungsikan sebagai tempat karantina haji. Berbagai kegiatan kami lakukan di Pulau ini, mulai dari pelatihan fisik, mental, perenungan yang pastinya kegiatan-kegiatan tersebut bersifat membina.
Setelah bermalam di Pulau Onrust, hari selanjutnya kami mulai mengikuti serangkaian kegiatan simulasi lagi. Ada tiga Pos yang harus kami lewati, Pos suka-suka, Pos atletis, Pos Air. Di Pos suka-suka pribadi  ditempa, di pos air survive di air dilatih, di pos atletis ketangkasan diuji. Matahari menunjukkan sudah lewat dari jam 12.00am kamipun bersiap untuk kembali ke STIS Jakarta. Dari Pulau Onrust dengan kapal kami sampai di Tanjung pasir, sesampai di Tanjung Pasir kami sudah ditunggu metromini merah dengan 506 bertuliskan didepannya. Lebih cepat dari perginya, sekitar 1,5jam kami sudah tiba di STIS jakarta.
Nasehat dan rasa takjub merupakan paduan yang tepat untuk menggambarkan apa yang telah saya dapat dari rangkaian perjalan tersebut. Nasehat akan kepedulian lingkungan, Alam yang indah ini harus dilestarikan, bukan dirusak! Ingat itu sobat! . Rasa takjub akan keindahan alam-walaupun dirusak tapi tetap indah- , serta rasa takjub akan tantangan yang sudah mampu dilalui .

Minta Masukannya, Sahabat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s